Berita / Detail Berita
Administrator / 22/01/2026
Bedah Potensi Retribusi Bersama Perangkat Daerah Pengelola, dr. Jack Gaspol Sisir Pundi-Pundi PAD

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., M.H., FISQua., atau yang akrab disapa dr. Jack mulai gaspol mencari pundi-pundi pendapatan asli daerah.

Kamis 22 Januari 2026, dalam pertemuan dengan seluruh perangkat daerah pengelola retribusi daerah, dr. Jack menyampaikan bahwa koordinasi lintas perangkat daerah menjadi kunci untuk membuka peluang seluas-luasnya terhadap sumber-sumber pendapatan yang berpotensi meningkatkan PAD. Menurutnya, selama ini pendapatan daerah masih cenderung bertumpu pada sektor pajak kendaraan bermotor.

“Intinya, melalui koordinasi ini kita ingin membuka peluang seluas-luasnya terhadap sumber pendapatan yang bisa meningkatkan PAD. Selama ini pendapatan kita masih terlalu berkutat pada pajak kendaraan bermotor,” ujar Kepala Bapenda NTB pada Rapat Pemetaan Data Potensi Retribusi Daerah dan Pendapatan Lainnya, di Aula Bapenda Provinsi NTB.

Ia menegaskan bahwa ke depan seluruh upaya peningkatan pendapatan harus dilakukan berbasis data serta memerlukan pola pikir yang lebih inovatif.

“Di tahun 2026, kita harus berpikir out of the box, berani mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak mungkin menjadi mungkin. Bahkan dalam pendekatan pelayanan, diperlukan inovasi dan cara-cara yang lebih kreatif, termasuk pendekatan yang bersifat entertain atau menghibur,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda Provinsi NTB, M. Zuhudy Kadran, menjelaskan bahwa langkah pemetaan ini sejalan dengan arahan Gubernur NTB untuk menyehatkan struktur pendapatan daerah agar mampu menopang kebutuhan belanja daerah.

“Harapan Bapak Gubernur adalah menyehatkan pendapatan daerah agar APBD semakin kuat, sehingga mampu menopang berbagai kebutuhan belanja pemerintah daerah,” jelas Sekretaris Bapenda.

Ia menambahkan, tantangan peningkatan PAD ke depan cukup besar sehingga seluruh jajaran dituntut bekerja lebih keras dan terukur.

“Kami diminta untuk memetakan pendapatan yang belum optimal agar bisa dioptimalkan, serta mengidentifikasi pendapatan yang belum tercatat atau belum diatur untuk kemudian dicarikan solusinya,” ujarnya.

Melalui rapat pemetaan data potensi ini, Bapenda Provinsi NTB berharap terbangun kolaborasi yang lebih solid antarperangkat daerah dalam merumuskan strategi peningkatan PAD yang berkelanjutan dan berbasis data.

Share Berita :

DR/EA
NOPOL
Wilayah

Lokasi Kantor

Pelayanan samsat 24 jam nonstop tersebar di 10 UPTB-UPPD masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi NTB

Jumlah Pengunjung

0 0 4 4 4 8

Beri Saran dan Masukkan Untuk Kami